Sean Gelael Belum Berhasil Mendulang Poin di Hungaroring

August 22, 2015 - School Uniform

 

BUDAPEST, KOMPAS.com – Hungaroring bukanlah sirkuit keberuntungan bagi pebalap muda Indonesia, Sean Gelael. Pada putaran keempat Kejuaraan Renault 3.5 yang diselenggarakan di sana, ia belum berhasil mendulang poin.

Sean bersama Tim Jagonya Ayam with Carlin menjalani balapan di sana pada 13-14 Juni 2015 lalu. Sean mengalami nasib kurang. Mobilnya terpelintir akibat ada kerusakan. Dengan keadaan mobil seperti itu, sulit bagi Sean yang saat itu berada di posisi ke sembilan, mempertahankan posisinya.

Sayangnya, upaya Sean di babak kualifikasi race kedua menjadi sia-sia akibat ketidakseimbangan penanganan kendaraan. Hal ini menyebabkan mobilnya kembali terpelintir. Ia bahkan harus berhenti dan tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Kejadian ini sungguh bertolak belakang saat latihan bebas, Jumat (12/06/2015). Sean saat itu berhasil mencatatkan dirinya sebagai pebalap tercepat kesembilan. Tapi, sekali lagi, keberuntungan memang bukan miliknya. Saat sesi kualifikasi, Sabtu (13/06/2015), ia harus start dari posisi ke 15 di race pertama.

Upaya Sean di Hungaroring

Memulai start dari posisi 15 membuat Sean harus berupaya lebih keras di path pertama. Ia mengambil jalur rumput untuk untuk memperbaiki posisinya. Ia juga sempat mendahului Beitske Visser dan berhasil duduk di posisi sembilan.

Selama beberapa putaran, Sean berhasil mempertahankan posisinya, termasuk saat pebalap Brasil Pietro Fantin ingin mengejarnya. Pertahanannya cukup berhasil hingga mobil yang dipakai Sean terpelintir akibat kerusakan pada bagian tie rod depan di awal balapan.

Dok www.sean-gelael.com/ Memulai start dari posisi 15 membuat Sean harus berupaya lebih keras di path pertama. Ia mengambil jalur rumput untuk untuk memperbaiki posisinya.

Akibatnya, posisi Sean melorot hingga di tingkatan 19. Meski Hungaroring dikenal sebagai sirkuit dimana pebalap sulit menyalip, dengan upaya keras Sean akhirnya naik kembali ke posisi 15.

Sean menyesuaikan cara mengendalikan kendaraannya  untuk mengatasi kemudi yang rusak karena masalah tie rod, dan berhasil memperoleh catatan waktu per path dengan baik. Catatan waktunya bahkan lebih cepat dibanding beberapa pebalap di depannya, termasuk Visser yang finish di posisi sembilan.

“Seharusnya saya bisa,” kata Sean

Ia tahu benar, apabila tidak terjadi insiden apapun, poin akan berhasil diperoleh. Apalagi mengingat performanya di awal balapan.

“Paling tidak saya membuktikan bahwa ada grip di rumput saat start. Tetapi saya mengalami akhir yang mengecewakan,” tutur Sean.

Usaha keras Sean dibuktikan saat sesi kualifikasi kedua. Ia mencatatkan diri di posisi 11. Posisi ini adalah perolehan terbaiknya sepanjang mengikuti Kejuaraan Formula Renault 3.5. Apabila waktu terbaiknya di setiap sektor digabungkan dalam satu lap, maka Sean bisa menduduki posisi ketujuh saat start.

Tapi, dewi fortuna belum berpihak padanya.  Saat bertarung di path pembuka, Sean terdorong ke luar lintasan di tikungan kedua sehingga posisinya turun ke posisi 13.

Kemudian, Tim Jagonya Ayam with Carlin meminta Sean untuk melakukan pit stop di awal lomba. Ini cara untuk mendapatkan area kosong sehingga dapat melewati beberapa pebalap di depannya.

Dok www.sean-gelael.com/ Pebalap muda Indonesia, Sean Gelael mengalami nasib kurang baik dimana kendaraannya beberapa kali terpelintir keluar lintasan.

Ekspektasi mereka tercapai. Begitu keluar dari array stop, Sean mampu mencatatkan waktu yang sangat baik, tetapi setelah beberapa path berikutnya, timbul masalah oversteer yang tidak jelas penyebabnya. Ini mengakibatkan mobilnya terpelintir ke luar lintasan.

“Kita berhasil melakukan kemajuan yang baik saat kualifikasi kedua, ini menjadi dorongan yang positif untuk menjalani sisa musim balap ke depannya,” ujar Sean.

Bagi Sean, kejadian tidak menyenangkan saat ia terdorong ke luar di path pertama memang mungkin terjadi. Untuk itu, keputusan melakukan pit stop di awal pertandingan menjadi pilihan tepat. Tapi sampai saat ini, masalah oversteer yang timbul di beberapa path berikutnya seakan-akan tidak nyata.

“Baiklah, kali ini hasilnya mengecewakan, tetapi kami semua tahu bahwa kalau semuanya berjalan baik tentunya hasil yang baik juga akan diperoleh,” tutur Sean

Berbeda dengan Sean, rekan satu timnya di Tim Jagonya Ayam with Carlin, Tom Dillmann berhasil finish di posisi kelima. Setelah ini, baik Sean dan Tom memiliki hampir satu bulan jeda sebelum putaran berikutnya, di Red Bull Ring, Austria, tanggal 10-12 Juli mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai sepak terjang Sean Gelael dan Tim Jagonya Ayam with Carlin di ajang World Series by Renault dan Formula 3 serta beberapa informasi pale update lainnya dari Sean, silahkan ikuti akun Twitter resmi Sean Gelael di @IDSeanGP dan fan page Facebook resmi Sean Gelael di https://www.facebook.com/IDSeanGP serta www.sean-gelael.com.

Baca juga: Beginilah Tampang Sirkuit Hungaroring, Ajang Balap Sean Berikutnya!



More uniform ...

› tags: School Uniform /