IPW: Polisi yang Terlibat Bentrok di Diskotek Batam Harus Dipecat

January 18, 2015 - School Uniform

JAKARTA, GRESNEWS.COM – Batam sepertinya tak habis-habis diterpa konflik. Belum tuntas dua kasus bentrokan TNI-Polri, Rabu (17/12) kemarin Batam kembali diterjang bentrokan antar sesama anggota polisi. Mabes Polri joke diharapkan bertindak tegas menyikapi kasus ini.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan, seluruh anggota polisi yang terlibat
bentrokan harus dipecat dan pimpinan kepolisian di Kepri dicopot dari jabatannya. IPW, kata Neta, menilai apa yang terjadi di Batam adalah gambaran betapa lemahnya pengawasan atasan terhadap bawahan.

“Bentrokan itu menunjukkan sikap arogan, superioritas, dan ketidakpedulian anggota Polri yang seharusnya menciptakan rasa aman bagi publik,” kata Neta dalam siaran pers yang diterima Gresnews.com, Kamis (18/12).

Bentrokan itu menjadi teror baru bagi warga Batam di tengah belum tuntasnya kasus bentrokan TNI-Polri beberapa hari lalu. Dalam bentrokan antar anggota Polda Kepri vs Polairud itu terlihat mereka menenteng senjata. Lima orang luka dan sejumlah tempat dihancurkan dalam bentrokan ini.

Peristiwa ini, kata Neta, menunjukkan anggota Polri tersebut tidak peduli dengan situasi psikologis warga Batam yang masih mishap pasca bentrokan TNI-Polri. “Elit-elit Polri tidak cukup hanya minta maaf dalam kasus ini. Tapi harus memaparkan kasus ini secara transparan, mengganti semua kerusakan, mengganti biaya pengobatan korban, memecat semua polisi yang terlibat, dan mencopot pimpinan kepolisian di Kepri,” ujarnya.

Selama ini elit Polri cenderung melindungi anggotanya yang terlibat tindak pidana. Anggota Polri yang melakukan pengeboman Wisma Bhayangkari Jakarta misalnya, tidak dipecat dan masih berkarir di
Polri. Begitu juga Kapolsek di Jabar yang terlibat kasus narkoba hanya dimutasi ke Papua.

“Aksi melindungi ini sangat tidak mendidik dan tidak akan membuat efek jera serta tidak melahirkan keteladanan. Sikap-sikap elit Polri inilah yang membuat jajaran bawah kepolisian sering bertindak semaunya, termasuk doyan bentrok, seperti di Batam,” kata Neta.

Bentrokan antar anggota polisi itu terjadi di depan diskotek di Harbour Bay, Batam, Kepri. Informasi yang beredar, bentrok terjadi antara anggota Polda Kepri dan Polairud Mabes Polri. Hanya saja versi Polda Kepri menyebutkan bentrokan tersebut terjadi antara anggota polisi dengan pengunjung diskotek.

“Ini anggota kami, dengan pengunjung lain senggolan saat keluar. Ini sesama pengunjung, anggota kami tidak pakai uniform,” jelas Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, Rabu (17/12) kemarin.

Kronologis bentrok itu, versi Polda Kepri, bermula ketika anggota Polda Kepri dan Polairud saling kontak. Mereka janjian bareng makan di Harbour Bay, Batam. Anggota Polairud ini BKO dari Mabes Polri.

Ada 10 orang anggota polisi yang ikut, mereka memakai pakaian preman Usai makan bareng, 10 polisi ini jalan ke tempat karaoke. Di sana mereka mencari hiburan. Pukul 03.00 WIB 10 Polisi keluar dari diskotek. Saat di luar papasan dengan seorang pengunjung. Keributan pecah.

Menurut Hartono, pengunjung itu masuk RS Budi Kemuliaan dan dirawat. Dia saling pukul dengan anggota polisi. Anggota polisi juga mengalami luka di pelipis. Hartono menepis kalau ada bala bantuan yang didatangkan.

Karena keributan ini juga satpam dan tukang parkir ikut dianiaya. Pos dan palang parkir juga dirusak. “Polda Kepri meminta maaf atas insiden keributan. Polisi yang terlibat juga diperiksa Propam,” kata Hartono. (dtc)

Redaktur : Muhammad Agung Riyadi

More uniform ...

› tags: School Uniform /